Kota Padang – SorotanDuniaCepat.co.id, Sumbar | Dugaan praktik mafia BBM subsidi kembali mencuat di Kota Padang. Kali ini, tim investigasi awak media menemukan aktivitas mencurigakan di SPBU 14.251.576 Ganting. Jl. Adinegoro, No. 36, Kel. Ganting Batang Kabung, Kec. Koto Tangah. Kodya Padang, Sumatera Barat. yang diduga menjadi lokasi penyelewengan solar subsidi secara terang-terangan.
Saat melakukan investigasi langsung di lapangan, awak media mendapati sebuah motor becak angkut terparkir di area SPBU dengan diduga digunakan untuk membawa jeriken pengangkut solar subsidi. Beberapa pria terlihat berada di sekitar kendaraan tersebut saat proses pengisian BBM berlangsung.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa solar subsidi di SPBU tersebut tidak sepenuhnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak, melainkan diduga dimainkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan bisnis ilegal.
Ironisnya, aktivitas mencurigakan itu disebut-sebut bukan lagi rahasia umum. Warga sekitar mengaku kendaraan pengangkut jeriken kerap keluar masuk SPBU saat solar subsidi tersedia.
Dugaan praktik mafia BBM subsidi kembali mencuat di Kota Padang. Kali ini, tim investigasi awak media menemukan aktivitas mencurigakan di SPBU 14.251.576 Ganting yang diduga menjadi lokasi penyelewengan solar subsidi secara terang-terangan.
“Sudah sering terlihat motor becak bawa jeriken antre di situ. Kadang masyarakat biasa malah tidak kebagian solar,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan bentuk penyalahgunaan distribusi BBM subsidi yang merugikan negara dan menyengsarakan masyarakat kecil. Solar subsidi yang seharusnya dinikmati petani, nelayan, sopir angkutan, dan pelaku usaha kecil justru diduga dijadikan ladang bisnis oleh mafia BBM.
Tim investigasi juga menyoroti lemahnya pengawasan di SPBU 14.251.576 Ganting. Aktivitas pengangkutan menggunakan jeriken dalam jumlah besar seharusnya tidak bisa lolos begitu saja apabila pengawasan berjalan ketat sesuai aturan Pertamina dan ketentuan pemerintah.
Publik kini mempertanyakan ketegasan aparat penegak hukum, pihak Pertamina, serta instansi terkait. Pasalnya, dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi di wilayah Kota Padang bukan kali pertama mencuat, namun hingga kini praktik serupa diduga masih terus berlangsung tanpa tindakan nyata.
Masyarakat mendesak Polres Kota Padang, Polda Sumbar, Pertamina Sumbar dan BPH Migas segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak serta audit distribusi BBM di SPBU tersebut. Jika ditemukan adanya permainan solar subsidi, aparat diminta tidak hanya menindak pelaku lapangan, tetapi juga mengusut dugaan keterlibatan oknum yang membekingi aktivitas tersebut.
“Jangan sampai mafia solar makin kebal hukum sementara masyarakat kecil terus jadi korban kelangkaan,” tegas salah seorang warga.









